Tampilkan postingan dengan label Pendahuluan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendahuluan. Tampilkan semua postingan
Lokasi Penelitian
Tujuan
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan bahan grafis untuk mendukung pengembangan motif batik Bayat. Bahan grafis tersebut bersumber dari ragam hias yang terdapat pada bangunan candi dan arca di kawasan Prambanan. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya penelitian ini memiliki dua sasaran objektif, yaitu 1) candi dan arca di kawasan Prambanan untuk mendapatkan dokumen ragam dan motif hias dari masa Mataram Kuna, dan 2) perajin batik di Bayat untuk mengetahui seluk-beluk dan potensi pengembangan motifnya.
Secara khusus, tujuan penelitian ini meliputi:
1) Mendapatkan gambaran populasi, keragaman bentuk hiasan, dan varian ragam hias yang terdapat pada candi dan arca di Prambanan dan sekitarnya
2) Mengemas dokumen grafis hasil penelitian dalam bentuk CD-Inteaktif dan katalog berkenaan dengan aspek dekoratif sebagai bahan pendidikan dan promosi
Ruang Lingkup
Secara umum, penelitian ini menyangkut beberapa aspek, yaitu aspek kultural, aspek teknologi, dan aspek sosial – ekonomi. Aspek kultural diwujudkan dalam bentuk penelitian arkeologi dengan sasaran utama berupa buah karya peradaban Mataram Kuna, sekitar abad VIII – IX Masehi, khususnya berupa ragam hias atau ornamen-ornamen yang dipahatkan pada candi dan arca di kawasan Prambanan.
Latar Belakang
Sebagai heritage yang harus dilestarikan dan dipromosikan untuk berbagai kepentingan, bangunan candi menyimpan berbagai makna luhur yang antara lain tercermin pada kemegahan arsitektural, teknologi pembangunan, maupun filosofi desainnya. Namun di dibalik itu, sebagai buah karya adiluhung masa Hindu-Buddha, bangunan candi ternyata juga memiliki kekayaan estetika sebagaimana tergambar pada aspek dekoratif berupa pahatan-pahatan relief maupun unsur-unsur dekoratif pada arca yang biasanya menyertai bangunan candi.
Setidaknya ada tiga kategori aspek dekoratif berupa relief yang dipahatkan pada bangunan candi, yaitu: 1) relief cerita, adalah visualisasi cerita berdasarkan kitab keagamaan masa itu maupun visualisasi cerita bertema pendidikan; 2) Relief tanpa cerita, adalah relief yang tidak menggambarkan alur cerita tertentu, biasanya berupa bentuk-bentuk hiasan atau symbol-simbol mitologi-religius; 3) relief candrasengkala, adalah relief yang menggambarkan figur (manusia, hewan, atau mahluk mitologis) yang dapat diartikan sebagai sebuah kalimat. Kalimat ini selanjutnya dapat diterjemahkan sebagai angka yang menunjuk pada tahun tertentu.
